(Kompas) Tompi dan Ridho Slank Isi Materi Kuliah Musik Online Ngamen dari Rumah

Kompas.com – 09/05/2020, 16:01 WIB

Tompi dalam jumpa pers syukuran 500 ribu penonton film Pretty Boys di Ecology Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019)(KOMPAS.com/IRA GITA)

Penulis Firda Janati | Editor Tri Susanto Setiawan

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyanyi Tompi dan gitaris Ridho Slank akan menjadi pengisi materi kuliah musik online bertajuk “Ngamen dari Rumah”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Institut Musik Jalanan (IMJ).

Saat ini berbagai acara dilaksanakan secara online atau daring di tengah pandemi corona atau Covid-19.

“Ngamen dari Rumah” adalah sebuah acara yang ditujukan untuk memfasilitasi 200 musisi jalanan terdampak Cocvid-19 untuk tampil di panggung online.

Kuliah musik online termasuk dalam bagian rangkaian acara “Ngamen dari Rumah” yang akan berlangsung pada 13 hingga 31 Mei 2020.

“Ridho Hafiedz akan mengisi kuliah musik dengan tema ‘Konsistensi Karya Musik’ pada 16 Mei,” ujar Mohammad Amin selaku Direktur Industri Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Sehari setelahnya, giliran Tompi yang akan mengisi kuliah musik dengan tema ‘Musik Sebagai Gerakan Perubahan Sosial’.

Mohammad Amin yang dikenal sebagai etnomusikologi juga akan mengisi kuliah online dengan tema “Musisi Jalanan, Instrumen Etnik dan World Music”.

Selain Tompi dan Ridho Slank, musisi Anto Baret juga akan menjadi pembicara yang mengangkat tema “Jalanan dan Cerita, Catatan Kilas Balik KPJ 38 Tahun”.

Musisi yang tertarik untuk tampil di acara ini dapat mengisi biodata online melalui tautan https://tinyurl.com/ngamendarirumah.

Setelah mendaftar ditautan tersebut, para musisi diharuskan mengunggah video kreatif ngamen dari rumah pada periode 8-14 Mei 2020 di Instagram.

Unggahan tersebut harus menyertakan tanda pagar #kemenparekraf #ngamendarirumah #ngabuburitdirumahaja #stayproductive dan #indonesiacreative. Nantinya akan dilakukan proses kurasi untuk memilih 200 peserta.

Video hasil kreasi 200 musisi tersebut akan ditayangkan di media sosial dengan hashtag yang terhubung dengan media sosial Kemenparekraf, GoPay, dan Institut Musik Jalanan.

Bukan hanya itu, musisi yang terkurasi akan mendapat stimulus dari Kemenparekraf dan diberikan kesempatan untuk tampil secara live online pada 13,14,19, dan 20 Mei 2020. Mereke juga akan diberi kesempatan untuk tampil Live Online bersama pubkic figure yanf akan dilaksanakan pada 15,16,17, 21 dan 22 Mei 2020. Live online akan ditayangkan di media sosial instagram Institut Musik Jalanan dan Kemenparekraf pada pukul 15.30-17.30 WIB.


Sumber: Kompas.com

Leave a Reply