(medcom.id) Sinyo IMJ, Gaung Suara Sang Penghibur Jalanan

Saat perjuangan di jalanan, Sinyo tak kalah dengan kehidupan. Kini gaung suaranya tak terbendung di Nusantara. (Foto: Dok. Instagram Sinyo IMJ/@sinyo_imj)

Sunnaholomi Halakrispen • 17 Desember 2019 13:58

Jakarta: Segelas kopi hitam sudah terasa sedikit dingin. Di meja persegi empat, sore di sudut sebuah bangunan terdengar sayup bersenandung, “Kita adalah saudara… dari rahim Ibu Pertiwi…” Duduk santai berkaos putih dan jin hitam.

Wajahnya pernah menghiasi banyak acara. Rutin bermain di mal Depok Town Square, di berbagai event, dan sering kali juga sepanggung dengan penyanyi ternama seperti Glenn Fredly, grup band NAFF, Ridho Hafiedz sang gitaris dari SLANK dan banyak lagi yang lainnya.

Belum lama juga ia menghentak panggung “Kalahkah Hari Ini” di M Bloc, yang digadang oleh Institut Musik Jalanan (IMJ), sebuah tempat di mana ia memulai perjalanan musiknya lebih jauh dari sebelumnya.

Sinyo pengamen pria berusia 30 tahun yang kini sukses bermusisi di atas panggung. Bukan perjalanan singkat baginya untuk mencapai cita-citanya, lagu si pengamen bis bisa dihargai dan didengar banyak orang di Indonesia.

(Kala kehidupan tak memberikan kemudahan, Sinyo tak mau memilih kalah. Ia terus berjuang dengan passion menyanyinya hingga saat ini. Foto: Dok. Instagram Sinyo IMJ/@sinyo_imj)

Passion menyanyi

Sejak di bangku Sekolah Dasar, Sinyo sudah hidup di jalanan. Mencari uang dengan memanfaatkan hobi bernyanyinya. Si pengamen cilik bersenandung di depan orang banyak di lampu merah hingga bis ke bis.

“Dari SD saya penyanyi kasidah. Ayah juga guru kasidah. Lalu karena merasa bisa nyanyi, saya ke jalanan nyanyi lagu religi,” akunya kepada Medcom.id di Gedung Metro TV yang juga berkesempatan mengisi panggung megah HUT kedua Medcom.id, Jumat 6 Desember lalu.

Nyanyi diakuinya sebagai hobi dan passion. Sinyo menyelesaikan sekolah di SMK jurusan pemasaran dan sempat kerja di salah satu perusahaan namun tidak nyaman. Tak sampai setahun, ia resign dan kembali ke jalanan.

Talentanya berkembang, ia nyanyikan beragam lagu. Mulai dari lagu pop hingga genre rock. Suara rada serak dengan power yang kuat menyanyikan lagu bernada tinggi, menjadi ciri khasnya. Lantaran tinggal di wilayah Jakarta Timur, ia mengamen di bis rute Jakarta-Bekasi-Cikarang.

(Sinyo juga mendapatkan kesempatan sepanggung dan mendapatkan coaching vokal di IMJ dari Glenn Fredly. Ia berduet dengan Glenn saat konser Musik tanah air LIZTOMANIA yang berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2016 di Gedung Kesenian Jakarta. Foto: Dok.Liztomania/Instagram Sinyo IMJ/@sinyo_imj)

Berkenalan dengan Andi Malewa

Tak disangka, akhir tahun 2012 ketika selesai ngamen pukul 11 malam di bis besar, seorang pria bernama Andi Malewa mengajaknya berkenalan. Obrolan singkat itu dilanjutkan dengan bertukar nomor telepon.

“Bang Andi awalnya ngaku sebagai wartawan. Dia mungkin berpikir saya punya bakat. Akhirnya dia kasih uang kalau enggak salah Rp20 ribu. Lalu dia bilang kalau punya wadah buat teman-teman jalanan yang suka baca, di situ ada rumah baca di dekat Terminal Depok,” tuturnya.

Ia memaparkan bahwa Andi mendirikan rumah baca agar para pengamen atau musisi jalanan bisa saling belajar dan berwawasan luas. IMJ belum ada saat itu.

Tahun 2013, Andi menghubunginya soal perkumpulan teman-teman musisi jalanan untuk buka puasa bersama. Sinyo hadir di kegiatan buka puasa bersama itu.

Namun, keduanya lost contact dalam beberapa waktu. Lalu, ada pesan masuk dari Andi Malewa di inbox Facebook. Sinyo diajak bertemu, namun bukan di Terminal Depok lagi.

“Dia bilang ada audisi untuk pembuatan album kompilasi dengan teman-teman musisi jalanan, namanya IMJ. Saya ikut audisi, ternyata lagu yang saya tulis diterima untuk dimasukkan ke album kompilasi IMJ yang pertama tahun 2014,” papar lelaki yang ramah ini.

(Saat Sinyo tampil di panggung HUT kedua Medcom.id. Vidoe: Dok. Instagram Sinyo IMJ/@sinyo_imj)

Singel pertama

Sinyo bersama IMJ rekaman dan berhasil menjalankan proses pembuatan lagu dalam kaset CD. Launching album berlangsung bulan Agustus 2014 bertajuk Kalahkan Hari Ini. Prosesnya dilakukan oleh IMJ sendiri.

Syuting video clip-nya pun diadakan di basecamp dalam salah satu kedai kopi di Depok yang memiliki panggung kecil. Hingga menjadi wadah berkarya, pengamen yang tergabung dengan IMJ dipersilakan bermain musik setiap hari.

Sejak bergabung dengan IMJ, namanya terkenal dengan nama Sinyo IMJ. Lagu ciptaan pria yang menikah tahun 2017 ini akhirnya bisa didengar oleh masyarakat Indonesia. Berbeda dengan saat ngamen yang selalu membawakan lagu milik musisi ternama.

“Saya bersyukur gabung dengan IMJ karena dulu saya buat lagu tapi enggak bisa dikonkretin karena biayanya kan mahal. Lalu IMJ mau terima saya, ya kapan lagi kan,” paparnya.

Waktu berlalu, IMJ kembali membuka audisi nyanyi bagi para pengamen di tahun 2016. Sinyo tak mau membuang kesempatan emas kedua itu. Single keduanya sukses dibuat dalam album kedua IMJ yang bertajuk Cerah.

“Lagu saya bisa didengar di spotify, i-tunes, video clipnya juga bisa ditonton di YouTube. Masyarakat yang mau tahu karya anak-anak IMJ bisa lihat di YouTube,” ungkapnya dengan tatapan mata berkaca-kaca, terharu.

(Sinyo juga pernah sepanggung dengan Ridho Hafiedz sang gitaris dari SLANK. Foto: Dok. Instagram Sinyo IMJ/@sinyo_imj)

Setelah lima tahun bergabung dengan IMJ, pria satu anak ini telah memiliki karya musik luar biasa dalam hidupnya. Ada lima singel yang dibuatnya bersama IMJ.

“Saya merasa di sini enak dan ini rumah saya. Banyak yang saya dapat. Pertama, dulunya saya di jalanan dari penampilan enggak karuan. Di IMJ saya diajarin berpakaian dan attitute. Saya diajari teknik nyanyi,” kenangnya.

Ada sejumlah musisi yang berkontribusi secara sukarela untuk mengajari para pengamen yang lolos audisi IMJ. Orang-orang yang dipanggil guru itu meluangkan waktu untuk sharing bagaimana bertingkah layak di atas panggung.

“Narkoba kita jauhi, mabok kita jauhi. Walaupun anak jalanan pasti. Tapi karena ada IMJ, saya merasa kalau saya harus ubah sikap. Mabok-mabokan memang enggak boleh menurut agama dan enggak baik (untuk kesehatan). Kalau diubah jadi lebih baik ya kenapa enggak,” jelasnya.

Sinyo mengungkapkan, kehadiran IMJ ingin menunjukkan bahwa musisi jalanan bisa berkarya dan layak dihargai karena hasilnya nanti juga bisa menjadi musisi profesional. Hanya saja, wadah bagi para pengamen saja yang tidak ada.

“Pesan untuk teman musisi jalanan, jalani saja dan perbaiki kualitas diri dengan berkarya terus. Jadi kalau kita mati, ada yang bisa dikenang. Saya punya anak, anak juga bisa tahu kalau ayahnya punya karya. Jadi berkarya saja supaya bernilai, jangan cuma banyak bicara,” tutupnya.

(TIN)


Source: medcom.id

Leave a Reply